Pelatihan SIMRS Khanza
- Yopi Dermawan |
Perkembangan rekam medis elektronik (RME) tidak hanya terjadi di negaranegara maju. Negara-negara berkembang mulai mengadopsi sistem elektronik untuk mendapatkan ekfektifitas dan efisiensi dalam pelayanan kesehatan. Meskipun negara berkembang masih disibukkan dengan penanganan berbagai penyakit infeksi maupun penyakit menular namun proses dokumentasi pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan(Kalogriopoulos et all, 2009). Di Indonesia, pengembangan RME belum diatur secara khusus.
Namun, dukungan adanya UU ITE Tahun 2008 dan Permenkes 269 Tahun 2008 mengenai keabsahan RME sebagai bukti hukum memberikan harapan cerah bagi perkembangan RME di Indonesia. Perkembangan RME tidak dapat dihindari dan juga harus dapat diterima oleh pengguna rekam medis yang terdiri dari perekam medis, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Keunggulan penggunaan RME yaitu: data dapat disimpan lebih terstruktur, dan proses pencarian data jauh lebih mudah dan cepat. Keunggulan rekam medis elektronik akan memberikan banyak manfaat bagi pengelolaan rekam medis yang lebih efektif dan efisien. Meskipun secara finansial pengembangan rekam medis elektronik membutuhkan investasi yang tidak sedikit namun akan memberikan manfaat pada masa mendatang. Salah satu manfaat penggunaan rekam medis elektronik antara lain pemberian pelayanan yang baik, pembiayaan yang rendah dan keuntungan kompetitif pada masa mendatang. Sesuai dengan implementasi RME fasilitas kesehatan juga dituntut untuk menerapkan pembagian jasa medis dengan sistem proporsi dimana perubahan pola tarif dari IFS ke INACBG, Tarif Dokter menjadi salah satu dalam tarif pelayanan, jasa medis diberikan menggunakan sistem remunerasi yang merupakan kesepakatan antara dokter dan manajemen fasilitas kesehatan. Pada tahun 2022 ini Yayasan SIMRS Khanza mengadakan pelatihan khusus penerapan RME dan Implementasi Pembagian Jasa Medis dengan sistem proporsi.
Course Information
Tujuan
- Staff RS SIMPANGAN DEPOK memahami implementasi PMK 82 Tahun 2013 tentang tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit .
- Staff RS SIMPANGAN DEPOK memahami implementasi PMK 24 Tahun 2022 tentang ERM dengan SIMRS Khanza.
- Staff RS SIMPANGAN DEPOK menerapkan ERM menggunakan SIMRS hanza.
Peserta
- Administrasi
- Customer Care
- Kasir
- Farmasi
- Radiologi
- Laboratorium
- Rawat Jalan
- Rawat Inap
- Rekam Medis
- OK
- Nicu
- HCU
- Keuangan
- Gizi
- Pengadaan
- Kesling
- PPI
- CSSD
- Sekretaris
- Dokter
Coaches
Yopi Dermawan
